Kamis, 13 Agustus 2015

Five Maid




 Picture from Maid Role Playing Games

<CHAPTER 1>


Namaku Niko, laki-laki yang biasa-biasa saja. Sudah 1 bulan semenjak kedua orang tuaku meninggal akibat kecelakan mobil, dan tak kusangka sekarang aku diangkat menjadi anak oleh teman ayahku, yang ternyata merupakan seorang kolongmerat terkaya dikotaku. Namanya Ashirogi, dan aku memanggilnya Ashirogi-sama.

Hari ini aku sedang berada di mobil bersama beliau untuk pergi ke rumah baru yang akan aku tinggali, tak kusangka letaknya sangat jauh dari kampung halamanku.

“Ehm… Ashirogi-sama, berapa lama lagi kita akan sampai?” (tanyaku)

“Sudah kubilangkan jangan panggil aku dengan nama itu, panggil aku Ayah, sekarang aku kan ayahmu” (kata beliau dengan suara besarnya)

“Ah… itu benar, tapi jika aku tiba-tiba memanggil dengan nama itu sepertinya agak…” (aku menunduk malu)

“HAHAHA… baiklah, mungkin kau masih canggung denganku, tapi cepat atau lambat kau pasti akan terbiasa”

“Ya… hehehe…”

“Sebentar lagi kita akan sampai, dan setelah sampai aku akan langsung mengurus sekolah barumu”

“Sekolah baru?” (aku terheran-heran)

“Tentu saja, kau akan melanjutkan kelas 2 SMA mu disini, bukankah itu bagus?”

“Ah… begitu ya, terima kasih Ashirogi-sama”

“Hmm… ngomong-ngomong, aku ingin bertanya suatu hal yang sangat penting padamu…” (kata Beliau dengan nada serius)

“Eehh… apa itu?” (aku penasaran)

“Menurutmu dalam sebuah rumah harus ada berapa Maid untuk melayanimu?”

“EEeeeeehhhh…” (aku terkejut)

“Berapa? 100? 200?”

Aku yang tadinya terkejut pun berusaha untuk menjawabnya,

“Emm… semua tergantung dari seberapa besar rumah tersebut” (kataku)

“Bagaimana kalau rumahnya seperti ini?” (Beliau menunjukkan gambar sebuah Istana yang sangat megah)

“WTF… oh maaf, tapi bukankah itu terlalu besar?” (tanyaku sambil terkejut)

“Hemm… jadi kau tidak suka ya…”

“Bukannya tidak suka sih…tapi…”

“Ya sudah, menurutmu berapa jumlah Maid yang ideal untuk mengisi sebuah rumah?” (tanya beliau kepadaku)

“Hemm… kalau ditanya begitu… mungkin ada lima…” (kataku sambil berpikir)

“lima…?”

“ya… karena kelima Maid itu sudah mewakili pekerjaan yang harus mereka lakukan?”

“Maksudnya?” (Beliau terheran-heran)

“Dalam sebuah rumah pasti terdapat lima ruangan yang harus ada, seperti kamar mandi, kamar tidur, Dapur, Ruang tamu, dan Ruang santai. Jadi jika ada lima Maid yang mengurus segala ruang itu maka rumah pun menjadi nyaman… hehehe…”

“Hmm… pemikiran yang bagus, aku sangat beruntung telah mengangkatmu sebagai anakku…HAHAHA…”

“ah tidak juga…hehehe..”

Tak berapa lama kemudian, kita sudah sampai di rumah baru, ternyata rumah itu sangat besar dan tamannya sangat luas.

“WOW...besar sekali…” (kata pertama yang aku ucapkan saat sampai dirumah baru itu)

“HAHAHA… syukurlah kalau kau menyukainya” (kata Beliau)

Setelah aku masuk kedalam rumah itu tiba-tiba,

“SELAMAT DATANG GOSHUJIN-SAMA…”

“Eeeehhhhhh…!!!” (aku terkaget setelah melihat lima wanita cantik memakai baju Maid)

“AA…A…Ashirogi-sama, ada apa ini?” (ucapku dengan terbata-bata)

Satu persatu mereka maju dan memperkenalkan diri mereka masing-masing,

“Namaku Sachiko Mizuki, aku yang akan menemani anda mandi”

“Namaku Inaba Akiko, aku yang akan menemani anda tidur”

“Namaku Hinako Megumi, aku yang akan menemani anda saat makan”

“Namaku Miyuki Nao, aku yang akan menemani anda disaat santai”

“Dan perkenalkan namaku Kazuki Ana, aku yang akan menemani anda jalan-jalan”

“Ekkkhhhhhhhhhhhh… ini pasti bercanda bukan?” (tanyaku yang masih terkejut)

Ashirogi-sama hanya tertawa dan berkata,

“HAHAHA… mulai sekarang namamu adalah Ashirogi Niko, pewaris tunggal keluarga Ashirogi, dan lima Maid ini yang akan selalu setia melayanimu”

“EEEEEEKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHH……!!!”

Akhirnya hari-hariku yang biasa-biasa saja ini berubah menjadi sesuatu yang tak akan aku lupakan seumur hidupku.



<CHAPTER 1 – END->

Hak Cipta Dilindungi, Copyright by Salamnobodyknows.blogspot.com 

==========================================================================================

<CHAPTER 2>


Aku perkenalkan lima maid yang akan selalu setia melayaniku,

Yang pertama adalah Sachiko Mizuki, dia yang akan menemaniku saat mandi, rambutnya berwarna coklat dikuncir kuda, badannya pun juga bagus, semua membesar pada tempatnya, kulitnya sangat halus, itulah mengapa dia ditugaskan untuk menemaniku saat mandi.

Yang kedua adalah Inaba Akiko yang akan menemaniku tidur, rambutnya panjang dan berwarna pink, sangat cantik, dan aku yakin ukuran oppai nya yang terbesar diantara semuanya, sekarang aku tahu kenapa Ashirogi-sama memilih dia sebagai teman tidurku.

Yang ketiga ada, Hinako Megumi dialah yang akan menyiapkan makanan untukku dan menemaniku saat waktu makan tiba, rambutnya pendek berwarna hijau, dialah satu-satunya Maidku yang memakai kacamata, sepertinya dia orang yang pendiam, tapi entah kenapa aku sangat penasaran dengannya.

Miyuki Nao adalah Maidku yang keempat, dia yang akan menemaniku disaat santai dan waktu senggang lainnya, rambutnya berwarna hitam dan dikuncir dua, dia merupakan yang paling pendek diantara lainnya, tapi justru itulah yang membuatnya sangat manis, aku suka.

Dan yang terakhir merupakan Maid yang membuat hati seluruh pria berdegup kencang, namanya adalah Kazuki Ana, tugasnya adalah menemaniku saat aku keluar dari rumah, dia sangat cantik bagaikan seorang bidadari dari surga, rambutnya berwarna pirang, tubuhnya sangat sempurna, komposisi antara bagian atas dan bawah sangat pas tanpa menutupi kecantikan diwajahnya, oh.. aku sungguh beruntung bisa bertemu dengannya.

Itulah kelima Maidku, aku harap kalian menyukainya dan…

“TUNNGGGGGGGGUUUUUUUUUUUUUU……………!!!!!!!!!!!” *SREK SRIK SREK (suara kertas dirobek)

“Kenapa aku justru membahas mereka berlima, padahal ini adalah pertemuan pertamaku bersama mereka, oh… Chapter 2 memang hanya berisi adegan-adegan mesum saja, Siapkan diri kalian…, Ayo mulai chapter 2…!!!”

****************

*Suara Kicauan burung dipagi hari.

Kicauan burung yang sangat merdu membuat aku terbangun dari tidurku, sepertinya ini adalah awal baru untuk memulai hidupku.

“Huahhh... sudah pagi ya...” (kataku yang masih mengantuk ditempat tidur)

Tak lama kemudian terdengar suara ringan yang mendesah disampingku, tanpa pikir panjang aku langsung menengoknya.

“HUUUAHHHHHHH............!!!!!!!!!!!” (aku terkejut sampai jatuh dari tempat tidurku)

“ufu...~ ufu...~”

Ternyata itu adalah suara Akiko yang sedang tidur disampingku, yang lebih parah lagi dia hanya memakai baju atasan saja untuk tidur, itu membuat bagian atas dan bawahnya hampir terlihat dengan jelas.

“AKIKO-SAN..............!!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI...???!!!” (teriakku)

Sepertinya Akiko mulai terbangun dari tidurnya karena suaraku,

“Ehmmm... ah.. sudah pagi ya~” (Akiko mulai membuka matanya)

Terlihat oppai yang sangat besar miliknya hampir saja keluar dari bajunya, dan bagian bawahnya pun hampir terlihat jelas olehku, dengan gerakan reflekku, aku langsung memegang hidungku agar darah suciku ini tidak keluar dengan sia-sia.

Setelah itu dia bangun dari tempat tidur, dan berkata

“Selamat Pagi Niko-samaaa...~”

“SELAMAT PAGI GUNDULMU...!!!, DAN JUGA CEPAT GANTI BAJUMU...!!!” (teriakku sambil memegang hidungku)

“Ah maaf... baiklah, aku akan segera mengganti bajuku” (kata Akiko)

Akiko membuka kancing bajunya satu demi satu tepat dihadapanku,

*Bruakkk...

“KENAPA KAU MEMBUKA BAJUMU DISINI...???!!!” (teriakku)

“Tapi tadi Niko-sama menyuruhku untuk mengganti bajuku, jadi aku langsung saja menggantinya disini”

“ITU MEMANG BENARR...!!! TAPI JANGAN GANTI BAJU TEPAT DIHADAPANKU...!!!”

“hiks... Niko-sama marah kepadaku, aku memang tidak pantas menjadi Maidmu hiks hiks...” (Akiko menangis sambil menutup wajahnya dengan tanganya)

Hal ini membuatku sangat merasa bersalah, jadi aku memutuskan untuk mendekatinya dan meminta maaf.

“Emm... Akiko-san, maafkan aku... aku tidak...” (aku belum selesai bicara)

“Tidak apa-apa Niko-sama, aku sudah baikan sekarang” (seketika Akiko ceria kembali)

“Cepet banget...!!!” (kaget ku)

“Tapi Niko-sama, apa anda tahu apa yang anda lakukan kepadaku tadi malam?”

“Hah... memangnya apa yang aku lakukan?” (seketika aku langsung kaget)

Memang benar tadi malam aku tidak ingat bagaimana aku bisa tidur disini, seingatku setelah aku mengetahui bahwa aku adalah pewaris tunggal Ashirogi-sama, badanku langsung panas dan aku pun tak sadarkan diri.

“Anda bahkan tidak memberikanku waktu untuk istirahat” (lanjut Akiko)

“Istirahat? Apa maksudmu?” (aku pun mulai gelisah)

“Ya..., anda telah...” (Akiko mendekatkan oppainya ke hadapanku)

Aku yang langsung autofokus ke oppai-nya itu, tidak bisa berkata-kata lagi.

“Hah ja-ja-jangan bilang... kalau kita...???!!!”

Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan yang sangat halus,

“Akiko~ hentikan candaanmu, kau membuat Niko-sama ketakutan”

Aku langsung menengok kearah suara itu, ternyata itu adalah suara dari salah satu maid ku bernama Sachiko Mizuki.

“Mizuki-san...!!!” (kaget ku)

“Maafkan dia Niko-sama~, dia hanya bercanda, yang dia lakukan hanyalah membawa anda ke kamar tidur setelah tahu kalau anda pingsan~”

“Oh begitu...” (aku sedikit lega)

Sachiko Mizuki, Maid ku yang mempunyai suara paling halus, sifatnya sangat lembut sekali dan selalu tersenyum manis kepadaku, perempuan ini...tidak, maksudku wanita ini memang merupakan istri idaman bagi semua orang.

“kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu dahulu?, padahal aku sedang berduaan dengan Niko-sama~” (kata Akiko)

“Ah~ maafkan aku, ini sudah saatnya bagi Niko-sama untuk mandi~” (jawab Muzuki)

“Eh... Mandi...???” (kata ku yang bingung)

Aku mengikuti Mizuki sampai ke kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, Mizuki berkata,

“Saatnya melepas pakaian anda Niko-sama~”

“Oh baiklah”

Aku mencoba untuk melepaskan pakaianku, tapi entah kenapa Mizuki tetap berada disampingku dan terus melihatku, melihat kejanggalan ini aku pun berkata,

“Emm.... anu... Mizuki-san...”

“Ya...?”

“Bu-bukankah seharusnya kau...”

“Oh~ baiklah Niko-sama”

Tanpa sepengetahuanku, Mizuki langsung melepaskan celana milikku.

“AAAAAAaaaaa....!!! APA YANG KAU LAKUKAN...!!!” (teriakku sambil menutupi selakanganku dengan tanganku)

“Ah~ maafkan aku Niko-sama, seharusnya aku melepaskan pakaian ku terlebih dahulu~”

Mizuki melepaskan bajunya satu demi satu dihadapanku,

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaa...........!!!! KENAPA KAU MELEPAS BAJUMU...???!!!”

“Tentu saja aku akan menemani anda~”

“AKU TIDAK PERLU DITEMANI...!!! AKU AKAN MANDI SENDIRI...!!!”

“Ta-tapi... siapa nanti yang akan menggosok pungggung anda?”

“AKU AKAN MENGGOSOKNYA SENDIRI...!!! SEKARANG KELUARLAH...!!!”

“Ta-tapi Niko-sama...”

“KELUAR......!!!!!!”

“Ah~ baiklah kalau begitu, aku permisi~”

Akhirnya Mizuki keluar dari kamar mandi, aku yang merasa lega pun melepaskan pakaian ku, dan berendam disebuah bak mandi.

“Huh... nyamannya...” (kataku)

Disaat aku sedang menikmati rasanya berendam di bak mandi, tiba-tiba...

#Sreekkk, suara pintu terbuka.

“Permisi~, walaupun Niko-sama tidak ingin ditemani, tapi aku juga harus mandi untuk diriku sendiri~” (kata Mizuki)

“Heh” (kagetku)

Mizuki masuk ke kamar mandi dengan tubuh setengah telanjang, dan langsung berendam tepat dihadapanku.

“BUUAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR......!!!!”

“Niko-sama...~ Niko-sama~... anda tidak apa-apa???”

Air yang tadinya nyaman pun berubah menjadi lautan penuh darah.

Tak terasa aku sudah berada di meja makan dengan wajah yang sangat pucat, sepertinya aku sudah kehilangan seluruh darah yang ada didalam diriku.

“Niko-sama, hanya ini yang bisa kubuat, silahkan dimakan”

“Megumi-san?” (kaget ku)

Hinako Megumi dia adalah Maid ku yang melayaniku di ruang makan, dilihat dari manapun dia adalah tipe wanita yang pendiam, aku bahkan belum pernah melihatnya tersenyum dan tertawa terbahak-bahak, padahal jika dia mau tersenyum, dia akan sangat manis.

“Apa anda tidak menyukai masakanku?” (tanya Megumi)

“Ah...ti-ti-tidak, aku sangat menyukai masakanmu, Megumi-san” (jawabku)

“Lalu mengapa anda belum memakannya?”

“Ah, baiklah... aku akan segera memakannya”

“Kalo begitu aku akan membantu anda”

“Membantu?” (aku terheran)

Ternyata yang dilakukan Megumi adalah dengan menyuapiku.

“Ayo....aaaa~” (kata Megumi sembari menjulurkan makanan kemulutku dengan sendok)

“Ah...ti-tidak usah Megumi-san, aku bi-bisa melakukannya sendiri...”

“Jadi anda tidak suka jika aku menyuapi anda?”

“Ah, ti-tidak, kalau begitu silahkan...”

“Aaaaaa~....Emmm...~” (akhirnya aku memakannya)

Tak kusangka kalau ternyata masakan Megumi sangat enak.

“Enak sekali Megumi-san...” (kataku)

“Terima kasih, ayo makan lagi Niko-sama” (Kata Megumi sambil menjulurkan makanan kepadaku lagi)

“Eh... ta-tapi Megumi-san, yang dimulutku belum habis...”

“Makanlah...!!!”

“AAAaaa... baiklah...”

“Ini Makan lagi...!!!”

“AAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaa.....!!!!”

“Yang ini juga....!!!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.........!!!!’

Bagun tidur dengan perempuan setengah telanjang disampingmu, Berendam didalam bak dengan perempuan telanjang dihadapanmu, dan makan dengan disuapi oleh perempuan tanpa henti. Hari ini... sungguh benar-benar melelahkan, sehingga aku memutuskan untuk beristirahat disebuah Sofa dan bermain sebuah Konsol Game.

“Niko-sama...~”

Terdengar suara kecil dan sangat imut tepat disampingku.

“AAAaaa...Nao-chan?”

Miyuki Nao, Maidku yang menemaniku disaat aku sedang santai. Dibandingkan dengan Maid, dia jutru lebih aku anggap sebagai adik perempuanku sendiri. Itu karena badannya yang kecil dan imut.

“Niko-sama jahat, main game tapi nggak ngajak Nao” (Nao cemberut)

“Aa... he he he, kalo begitu ayo main” (jawab ku)

“Horeeeee.....”

Setelah mengatakannya, Nao langsung duduk dipangkuanku, hal ini membuatku sangat tidak nyaman karena bagian bawahku seperti terkekang, sedangkan dia selalu menggerak-gerakan tubuhnya. Tanpa sadar 'Falcon ku' yang sangat berharga mulai melonjak karena menahan setiap gerakannya.

“Eemmm... Errrr... hebbb... Nao-chan?” (kata ku sambil menahan bagian bawahku)

“Nao gak akan kalah... Shii....~”

“Hebbbb...Errr... bukan itu...”

“Rasakan ini, Niko-sama...!!!” (Nao menggerakan tubuhnya kedepan dan kebelakang)

“Hakkk...emm..Iiiikkkkk....”

“AAAAaaa... Nao kalah, Nao gak terima, Ayo main lagi, ayo main lagi...!!!” (kata Nao sambil menggerakan tubuhnya keatas dan kebawah)

“Ikkkhhh....AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaa...........!!!!” (teriakku)

Jika aku seharian hanya berada dirumah, cepat atau lambat aku pasti akan mati. Itulah yang ada dipikiranku saat itu, sehingga aku berencana untuk keluar dari rumah dan berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar.

“Niko-sama, aku siap menemani anda” (suara perempuan yang sangat lembut)

Aku memang sangat beruntung karena bisa bertemu dengan bidadari secantik dia.

“Kazuki...Ana...-san...” (kataku dengan terbata-bata)


<CHAPTER 2 – END->

To Be Continued, baca cerita selanjutnya hanya di Salamnobodyknows.blogspot.com

2 komentar: