Selasa, 21 Juli 2015

LOST MOMENT



<Chapter 1>


“Bosen banget...”

Itulah kalimat yang terus aku katakan dalam perjalananku menuju ke Pulau Bali, Saat ini aku sedang berada didalam Bus karena sekolahku sedang mengadakan Study Tour ke Bali, dan tidak ada pilihan lain bagiku selain mengikutinya, para guru berkata, jika aku tidak ikut Study Tour ini, aku tidak akan bisa lulus, ah... menyebalkan.

“Oi... Niko, ngelamun terus, ah pasti berat bagi orang seperti lu ya...HAHAHA” (kata temanku yang bernama Natan)

“Gak usah ngetawain gue”

Namaku Niko, kelas 2 SMA, orang yang tidak suka keramaian sepertiku pasti akan merasa bagaikan dipenjara bila berada ditempat seperti ini, didalam keramaian, orang-orang hanya tertarik pada sesuatu yang menjadi pusat perhatian, sedangkan orang yang tidak menjadi pusat perhatian sepertiku akan selalu ditinggalkan, lalu menghilang.

 “Ah... Bosen Banget...”

Mengatakan sesuatu berulang-ulang ternyata membuat perjalanan terasa semakin cepat, tak terasa aku sudah sampai di Bali dan mengunjungi salah satu tempat wisata paling terkenal bernama Pantai Kuta.

“Laut yang indah...” Mungkin hal seperti itulah yang akan dikatakan kebanyakan orang, tapi “Laut yang panas...” itulah yang justru aku katakan saat pertama kali melihatnya.

Ketika teman-temanku sedang asik-asiknya bermain air, yang aku lakukan hanyalah duduk melamun dan melihat mereka dari kejauhan, sepertinya ini akan menjadi hari terpanjang dalam sejarah hidupku.

“Semoga gue masih bisa bertahan...”, bertahan menghadapi semua keramaian ini.

Tak lama kemudian, aku melihat ada seorang perempuan yang menjadi pusat perhatian, sepertinya dia adalah orang asing yang sengaja datang ke Bali untuk melakukan sesuatu, ini terlihat dari banyaknya pengawal yang mengiringi perempuan itu.

“Hey Niko, Lu tau gak?” (kata Natan yang tiba-tiba menghampiriku)

“Gimana gue tahu kalo lu belum ngomong apa-apa ke gue” (jawabku)

“Lu liat cewek cantik tuh kan? Gue denger tuh cewek anak dari Kaisar Jepang”

Akhirnya aku menyadari sesuatu, kalau kau terlalu menjadi pusat perhatian, maka informasi tentang dirimu pun akan cepat menyebar keseluruh orang yang baru saja melihatmu. Perempuan itu terlalu banyak menarik perhatian, sehingga informasi tentang dirinya dapat aku ketahui tanpa harus mencarinya terlebih dahulu.

“Cantik banget broh, gue yakin tuh cewek juga seumuran ama kita, wah... bisa ngomong ama dia aja udah buat gue seneng, gimana menurut lu?” (Tanya Natan)

“Lu tahu kan, didalam keramaian... orang-ora....” (aku belum selesai bicara)

“.....Orang-orang hanya tertarik pada sesuatu yang menjadi pusat perhatian, dan orang yang tidak menjadi pusat perhatian akan selalu ditinggalkan, lalu menghilang... itu kan yang mau lu omongin???” (Natan memotong pembicaraanku)

“Hmm... itu emang bener sih, tapi kali ini gue mau bantu lu”

“Apaan tuh?”

“kalo lu pingin ndeketin orang yang menjadi pusat perhatian, berarti lu harus menjadi pusat perhatian juga”

“Hmmm... terus gimana cara gue biar jadi pusat perhatian?”

“Culik tuh cewek, jadi seluruh dunia bakalan tertuju ama...” #byuurrr, Natan menyiram air mineral kewajahku.

Pakaian yang aku kenakan basah karena air mineral itu, sehingga aku memutuskan mencari tempat untuk mengganti pakaianku.

Disaat aku bingung untuk mencari tempat ganti, tak sengaja aku melihat perempuan itu lagi, terlihat dia sedang berjalan bersama pengawal-pengawalnya. Awalnya aku tidak peduli dengan apa yang aku lihat, tapi setelah aku perhatikan dengan seksama, sepertinya perempuan itu dalam kesulitan. Wajahnya sangat berbeda ketika dia sedang menjadi pusat perhatian.

Entah Mahluk buas apa yang merasuki ku, sehingga aku mempunyai pikiran untuk mengikutinya, walaupun aku tahu yang aku lakukan sekarang adalah hal yang bodoh, tapi aku sudah mengambil langkah yang salah dengan mengikutinya.

Aku mengikuti perempuan dan pengawal-pengawalnya hingga keluar objek wisata, langkahku terhenti ketika mereka menggunakan mobil untuk pergi menjauh, tapi seketika pandanganku tertuju pada mobil box berisi buah-buahan, yang akan melaju kearah yang sama.

Aku sembunyi dibalik buah-buahan dan terus mengikuti mobil itu, setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobil itu berhenti di kawasan perumahan elit, aku pun langsung turun dari mobil box yang aku tumpangi.

Setelah turun, aku merasa cemas karena aku sudah sangat jauh meninggalkan rombonganku, kecemasanku semakin bertambah ketika mengetahui bahwa aku lupa membawa handphone ku.

“Sial, gue lupa bawa HP, kalo gini gue gak bisa ngehubungin siapapun”, kataku dengan penuh cemas.

Namun kecemasan itu berubah menjadi rasa kaget, tatkala aku melihat perempuan itu diborgol oleh para pengawalnya sendiri dan menyekapnya kedalam sebuah rumah.

Rasa cemas, kaget dan ketakutan pun menyelimuti seluruh tubuhku. Aku tak tahu harus berbuat apa, jika ini penculikan maka aku harus melaporkannya kepada polisi, tapi aku tidak bisa menghubungi siapapun.

Tak lama kemudian, para pengawal keluar dari rumah itu, dan pergi dengan mobil mereka.

“Gue pingin nyelematin tuh cewek”, itulah yang ada dipikiranku, tapi aku tidak berani melakukannya, aku takut para pengawal itu datang kembali dan menangkapku. Tapi jika aku tidak menyelamatkannya, maka perempuan itu pasti...

*BUAKKK, aku memukul wajahku sendiri, ketakutan membuatku tidak berpikir rasional, dan memutuskan untuk menyelamatkan perempuan itu.

Aku berlari mendekati rumah tersebut, aku mencoba membuka pintu depan tapi ternyata terkunci, aku berlari ke sisi rumah tapi tak menemukan pintu lain, maka pilihanku hanya satu yaitu memecahkan jendela yang berada dibagian samping rumah tersebut.

Aku mengambil ancang-ancang dan... *PYAARRR... aku memecahkan jendela rumah itu dengan tubuhku. Pendaratanku tidak mulus, sehingga aku jatuh tersungkur.

“Aduh...sakit banget...” (kataku sambil berusaha untuk bangkit kembali)

“Eh... Dare...?” (suara perempuan dengan logat jepangnya)

Ternyata perempuan itu tepat berada dihadapanku, pertemuanku dengannya saat itu membuatku takkan pernah melupakan apapun yang selanjutnya terjadi didalam hidupku. 


<CHAPTER 1 – END->

Hak Cipta Dilindungi, Copyright by Salamnobodyknows.blogspot.com
==========================================================================================

<Chapter 2>


“Eh... Dare...?” (kata perempuan itu sambil ketakutan)

Aku melihat perempuan itu lemas tak berdaya, dimana tangan dan kakinya diikat, dan mata nya ditutupi oleh sebuah kain.

“Em...A...A-Aku akan menyelamatkanmu” (kataku sambil berusaha mendekatinya)

Yurushite kudasai, onegai...yurushite...” (perempuan itu menggunakan logat jepangnya lagi)

Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan, tapi dilihat dari wajahnya dia masih sangat ketakutan dan tidak percaya kalau aku datang untuk menyelamatkannya.

“I will save you” (kata ku)

Mendengar perkataanku, perempuan itu sedikit tenang dan sepertinya dia juga mengerti apa yang aku bicarakan.

“you will save me?” (jawab perempuan itu)

“yes, so don’t be afraid, everything was fine”

“Okay” (perempuan itu menganggukan kepalanya)

Tak kusangka kemampuan bahasa inggris yang aku dapatkan dari bermain game akan berguna disaat seperti ini, aku sungguh terharu.

Aku membuka kain yang menutupi matanya, sudah kuduga kalau dia memang cantik seperti artis por..., tidak maksudku seperti seorang putri dari jepang. Tapi tidak ada waktu lagi untuk memikirkan hal ini, aku harus cepat-cepat menyelamatkannya sebelum para pengawal itu kembali.

Setelah melepaskan semua ikatannya, aku mengatakan kepadanya untuk meninggalkan tempat ini dan pergi ke kantor polisi terdekat.

“Come on, we must go” (kata ku)

“But, where we go?” (jawab perempuan itu)

“Police Station of course”

“No, You can’t...”

“Why?”

Because if you do that, They will find you and they will kill you”

“Who?”

“The man who kidnap me, they are policeman”

“WHAT THE...!!!”

Dia mengatakan kepadaku, jika aku membawanya ke kantor polisi, maka para penculik itu akan menemukanku dan membunuhku, karena ternyata mereka adalah polisi.

“So, where we must go now?” (tanya ku)

“Airport” (jawab nya)

“WHATTT...!!!”

“We have to meet my father in Japan”

“WHATTT...!!! are you serious?”

“Yes, i am”

“WHATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT....!!!”

Dia mengatakan kepadaku, bahwa Kami harus pergi ke jepang dan bertemu dengan ayahnya. itu berarti aku harus meninggalkan indonesia, terutama keluargaku. Sedangkan aku tidak ingin melakukannya.

“I can’t go with you” (Kata ku)

“Why...?” (Tanya perempuan itu)

“Emm... eemm..., See..., i don’t bring anything, and i need passport too”

Aku mengatakannya agar aku memiliki alasan untuk tidak ikut bersamanya, tapi yang aku katakan juga tidaklah salah, karena aku memang tidak membawa apapun selain baju tipis, dan celana pendek yang aku kenakan, aku juga tidak membawa dompet, selain itu aku juga memerlukan passport untuk pergi ke luar negeri.

“Just wait here” (jawab perempuan itu)

“........”

Perempuan itu pergi ke sebuah kamar untuk mencari sesuatu, tak lama kemudian dia kembali dengan membawa sebuah koper besar.

“Wear it...!!!” (kata perempuan itu sambil memberikan beberapa pakaian)

“And this is your passport” (lanjut nya)

“My Passport?” (tanya ku)

“Yes”

“WHATTT...!!! this is a passport of somebody” (kata ku setelah tahu kalau paspor itu milik orang lain)

“There’s no choice, we have to go now”

#Breeemm... Breemm... suara mobil terdengar, tak lama kemudian keluarlah para penculik itu dari mobil.

“OH SHIT....!!!” (kataku sambil kaget)

“We must hurry” (kata perempuan itu)

“Let’s go...!!!”

Aku menggandeng tangannya dan keluar lewat jendela yang aku pecahkan tadi, namun sepertinya penculik itu mengetahui keberadaan kami berdua.

Hah... Dare da aitsu?

Ojou...!!!

Yatsura... Oikake...!!!

Setidaknya begitulah kata-kata yang aku dengar dibelakangku, mereka berusaha mengejar, bahkan berusaha untuk mengarahkan tembakan kearah kami, namun setelah sampai dipusat keramaian mereka menyerah dan berhenti mengejar kami.

Aku dan perempuan itu kelelahan setelah berlari sekuat tenaga.

“Hosh...Hoshh... Gila bener tadi...” (kata ku sambil kelelahan)

Ne...~ Daijoubu?” (perempuan itu berbicara menggunakan bahasa jepangnya lagi)

“Sorry, i don’t know what you mean”

“Oh... I’m sorry, my name is Hanami, i’m daughter of the japan emperor” (perempuan itu akhirnya mengenalkan dirinya)

“Well... i’m Niko, emmm... i’m ordinary person” (aku pun mengenalkan diriku)

“Niko-kun... right?”

“-Kun...?” (aku tidak tahu kenapa dia menambahkan sebuah kata didalam namaku)

“By the way Niko-kun...”

“Hmmm...”

“Up till now, there’s nothing news about i’m being kidnap by policeman, so... because You’re the first person who save me, that mean you will deemed kidnaping me, and the entire world will be looking for you”

“He he he........ WHAAAATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT.....!!!”

Dari awal aku memang sudah salah, sehingga aku harus menuntaskan kesalahanku hingga selesai. Aku sudah salah karena menyelamatkan perempuan itu, sampai saat ini memang tidak ada berita yang memperlihatkan bahwa putri dari kaisar jepang telah diculik, dan sekarang dia bersamaku saat ini, itu berarti aku akan dianggap sebagai penculik dan seluruh dunia akan mencariku.

<CHAPTER 2 – END->
  

To Be Continued, baca cerita selanjutnya hanya di Salamnobodyknows.blogspot.com



4 komentar:

  1. lanjutannya masih dalam pengerjaan, jd tunggu saja :)

    BalasHapus
  2. Spoiler Chapter Lost Moment selanjutnya :
    Niko dibenci oleh Hanami...

    BalasHapus
  3. Kalo dibikin film nya keren nih gan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau nya sih gitu, sekalian biar semangat buat nerusin cerita ini :v

      Hapus