Minggu, 05 April 2015

ARJUNA (Volume 2)

CERITA INI SUDAH GAGAL TOTAL
SAYA BERUSAHA UNTUK MEMBUATNYA KEMBALI
JADI TUNGGU SAJA


Cover Art by Anggra
 ==============================================================================
Chapter 13 : Srikandi (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)
“Semua baru saja dimulai...!!! Ayo Nakula...!!!” (teriak Sigma)
“Ayoo.....!!!” (jelas Nakula)
Seperti biasa, Veranda mengarahkan tongkat Srikandi nya ke Sigma dan Nakula, tak lama kemudian ada aura berwarna merah mengitari tubuh mereka, aura merah itu berguna untuk menambah kekuatan mereka.
“Kirti...!!!” (teriak Sigma) *WOOSHH..... panah miliknya muncul.
Sigma menggunakan panahnya untuk menyerang salah satu Dasamuka, namun Dasamuka menangkisnya dengan pedang nya, suara desingan pedang Dasamuka dan Kirti Sigma terdengar.
Nakula menjulurkan kedua tangannya, terlihat api milik Nakula muncul menggeliat lebih kuat dari sebelumnya. Dia menggenggam tangannya kuat-kuat, dan menggunakannya untuk memukuli salah satu Dasamuka.
“AYO SEMUANYA KITA SELESAIKAN INI....!!!” (teriak Gandamana)
Para patih yang sudah mendapatkan memulihkan kekuatannya kembali berkat Veranda, berbondong untuk menyerang Dasamuka yang tersisa. Namun sesaat sebelum mereka menyerang tiba-tiba,
“BOOOMMMMMM............!!!!”
Suara ledakan yang sangat keras terdengar tepat didepan mereka, hal itu membuat berbagai material seperti batu-batuan berterbangan. Sigma, Nakula, serta para patih pun menghentikan pertarungan
“Apa yang terjadi...??” (kata Suwanda sambil melindungi wajahnya)
“Semuanya tetap waspada...!!!” (perintah Gandamana)
Tak disangka bebatuan besar mengarah ke Veranda.
“Veranda AWASSS...!!!” (teriak Sigma)
“Kyyaaa....!!!” (teriak Veranda)
Tiba-tiba Nakula datang dan menghancurkan batu itu.
“Nakula...” (kejut Veranda)
“Jangan lengah Veranda, sepertinya ada seseorang yang datang...!!!” (seru Nakula)
Perlahan kekacauan yang timbul akibat ledakan itu mulai menghilang, terlihat seseorang berdiri di tengah ledakan itu,
“Hmmm.... apakah aku boleh ikut bertarung ?^_^” (suara yg sangat familiar)
“Yuyutsu...!!!” (teriak Sigma dan Nakula)
Gandamana dan Suwanda memandang Yuyustu,
“Ternyata benar,  kau adalah Yuyutsu...!!!” (kata Gandamana)
“Tak kusangka itu kau Yuyutsu...” (heran Suwanda)
“Oh... hei... apa kalian baik-baik saja... Gandamana... Suwanda...? ^_^”
“Hentikan omong kosong mu....!!!” (Kata Gandamana sambil berlari untuk menyerang Yuyutsu)
Setelah Gandamana sampai didepan Yuyutsu, dia bersiap menyerang dengan Garu nya, namun apa daya para Dasamuka yg tersisa menangkis serangannya.
“Seharusnya kau tahu cara menyapa seseorang” (suara Yuyutsu tiba-tiba berubah)
“Apa yang membuatmu melakukan semua ini?” (tanya Suwanda)
“Kau tak perlu tahu....!!!       Yaksha...!!!” (kata Yuyutsu sambil mengangkat tangannya)
*Brugh...Bruh...Bruh...
Tiba-tiba muncul tulisan jawa berwarna hitam bertuliskan YAKSHA, dan dalam sekejap tulisan itu berubah menjadi pedang miliknya.
“Jadi itu SUCI mu yang baru, sudah berapa kali kau menggantinya ha...?” (teriak Suwanda)
“Semakin banyak SUCI yang kau miliki, bukankah itu semakin membuatmu tak terkalahkan” (jawab Yuyutsu)
Disaat tak terduga, tiba-tiba Sigma sudah berada diatas Yuyutsu dan bersiap menyerangnya.
“Terima ini....!!!” (Teriak Sigma sambil melepaskan busur panahnya)
#BOOOMMMM...........!!!!
“Apakah berhasil....?” (tanya Nakula)
“Cih... sudah kubilang, masih terlalu cepat bagi kalian untuk mengalahkan ku” (kata Yuyutsu)
Yuyusu mengayunkan pedang nya, tiba-tiba dari pedang itu mencul bayangan hitam dan bayangan hitam itu berubah menjadi monster-monster buas mirip serigala. Semua serigala itu mengarah pada Sigma yang tepat berada didepan mereka.
“Sigma... menyingkirlah....!!!” (Teriak Nakula)
#Bruakkk... suara dari GARU milik Gandamana menyingkirkan semua monster tersebut dari hadapan Sigma.
“Dengar..., jika Yuyutsu sudah mengeluarkan SUCI miliknya, ini berarti dia sudah berniat untuk membunuh semuanya” (kata Gandamana)
“Sial...!!! aku belum pernah melihat SUCI yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti” (kata Sigma)
Disaat Sigma dkk sedang bertarung melawan Yuyutsu dan Dasamuka nya, terlihat dua orang laki-laki yang sedang mengamati pertarungan itu dari jauh.
“Heh... menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya” (kata seorang laki-laki yang belum terlihat wajahnya)
“...............” (laki-laki satunya hanya diam)
“Mahluk Surgawi ya.... hehehe, aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka...”
“..................” (laki-laki satunya tetap diam seperti biasa)




 Veranda Libellin Art by Anggra



Chapter 13 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)

==============================================================================
Chapter 14 : SUCI (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

“Sial...!!! aku belum pernah melihat SUCI yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti” (kata Sigma)
“Biar aku yang akan melawannya...!!!” (kata Nakula dengan serius)
“Nakula....!!!” (kaget Sigma)
“SUCI nya sangat kuat, apa kau bisa....” (Gandamana belum selesai bicara)
“Aku akan mengalahkannya...!!! Veranda bantu aku...!!” (tegas Nakula)
“Baik” (jawab Veranda)
Veranda mengayunkan tongkatnya, kemudian muncul aura merah dan aura itu masuk kedalam tubuh Nakula.
Nakula memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya, tak lama kemudian dia membuka matanya sembari berkata,
“Akan kubakar kau menjadi abu...!!!”
#BLURR...BLURR...WOSSSSSSSHHH.............!!!!
Terlihat api miliknya mengitari tubuhnya bak pusaran api yang dapat menghanguskan segalanya, bola matanya yang semula merah juga berubah menjadi kuning seutuhnya.
Melihat api miliknya yang lebih besar dan lebih kuat dari biasanya, membuat Sigma, Gandamana, dan Veranda terkejut.
“Nakula....???”  (heran Sigma sambil melindungi dirinya dari jilatan api Nakula)
“Awas jangan dekat-dekat dengannya...!!!” (kata Gandamana)
Di alam bawah sadar Nakula, terlihat Nakula sedang berdiri sendirian ditempat yang hampa dan disaat disaat itu juga, terdengar suara yang menggema mengarah kepadanya,
“OI oi oi... jangan bilang kau mulai serius sekarang” (kata suara itu)
“hmph... setidaknya aku tidak berlutut untuk meminta bantuan darimu” (ujar Nakula)
“HAHAHA... akan kuingat kata-kata itu...” (suara itu perlahan mulai menghilang)
“.....................”
Setelah itu, dengan secepat kilat Nakula langsung berada tepat didepan Yuyutsu dan bersiap untuk memukulnya, Yuyutsu yang kaget dengan hal itu mencoba menangkisnya dengan pedangnya.
“Cih... jadi kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan ini” (Kata Yuyutsu)
“Diam kau....!!!” (jawab Nakula)
Karena serangan mereka saling berbenturan, akibatnya mereka berdua sama-sama terpental namun berhasil menyeimbangkan tubuh mereka kembali.
“Hei... Nakula, akan kuberitahu kau suatu hal...” (kata Yuyutsu)
“.............” (Nakula terdiam)
“SUCI adalah senjata yang melambangkan kekuatanmu...”
“.............”
“Semakin banyak SUCI yang kau miliki, semakin besar pula kekuatan yang akan kau dapatkan...”
“.............”
“Dengan kata lain jika kau belum memiliki senjata SUCI, kau tidak mungkin bisa mengalahkanku...HAHAHAHA”
“DIAM KAU......!!!”
Nakula langsung menyerang Yuyutsu, namun Yuyutsu dapat menangkisnya dan berbalik menyerang Nakula dengan SUCI miliknya. Pertempuran antara Yuyutsu dan Nakula berlangsung sangat cepat dan menegangkan.
“Hehk hehk hehk... KELUARKAN SELURUH KEMAMPUANMU NAKULA....!!!” (kata Yuyutsu sambil menangkis seluruh serangan Nakula)
“AKU AKAN MEMBUNUHMU.......!!!!” (Kata Nakula sambil terus menyerang Yuyutsu)
Melihat pertempuran Yuyutsu dan Nakula yang sangat cepat, membuat Sigma dan yang lainnya hanya bisa melihat mereka dari kejauhan.
“Nakula......” (Kata Sigma yang melihat pertempuran mereka dari kejauhan)
“Tidak... ini... tidak boleh dibiarkan...” (kata Veranda)
“Hah... apa yang terjadi Veranda...???” (tanya Sigma)
“Jika Nakula terus bertarung, maka Nakula akan......., Nakula HENTIKAN.....!!!!” (teriak Veranda sambil memandang kearah Nakula)
Jauh didalam diri Nakula, Nakula sedang berdiri di tempat yang hampa.
“Terserah mau mendengarkan ku atau tidak, tapi jika kau terus seperti ini, kau akan membakar tubuhmu sendiri” (kata suara yang menggema kepada Nakula)
“Hmph... kau tidak perlu ikut campur urusanku...!!!” (kata Nakula)
“Dan jika Tubuhmu rusak..., maka aku akan........”
Namun secara mengejutkan,
“KALIAN BERDUA, BERHENTILAH........!!!!!!!!!!!!!!!” (Tiba-tiba Sigma datang dan langsung mengarahkan panah miliknya)
Sontak serangan itu membuat Yuyutsu dan Nakula menghentikan pertarungan mereka.
“KAU.....!!!” (kata Yuyutsu)
“Hentikan semua ini...!!! Pertarungan ini tidak ada gunanya sama sekali...!!!” (Teriak Sigma)
“Sigma menyingkirlah, ini adalah pertarunganku dengan dia..., kau hanya akan menghalangiku...!!!” (kata Nakula kepada Sigma)
“Lalu, jika kau mengalahkannya apa yang akan kau dapatkan...???” (terus Sigma)
“.....Itu tidaklah penting, yang terpenting aku bisa....” (Nakula perlahan mulai kehilangan kesadarannya)
“Nakula.......!!!” (Teriak Sigma sambil berlari kearah Nakula)
Disaat Sigma sedang membantu Nakula yang kelelahan, Sigma berkata kepada Yuyutsu,
“Lihatlah...!!! Pertarungan ini tidak ada gunanya, sekarang Nakula sudah kelelahan, apa kau sudah senang sekarang...???”
Dengan nada sedikit bingung Yuyutsu menjawab perkataan Sigma,
“kenapa kau berpikir bahwa pertarungan ini tidak berguna...???”
“Karena pertarungan hanya akan menimbulkan kesedihan...!!!” (kata Sigma)
“hmph... Di dunia yang terdiri dari berbagai Kerajaan ini, pertempuran dan peperangan akan terus terjadi, Semua orang berusaha untuk melindungi sesuatu yang berharga termasuk kerajaan mereka sendiri, dan jalan satu-satu nya untuk melindunginya adalah dengan pertempuran...”
“...........” (Sigma dan Nakula hanya terdiam)
“Apa yang aku lakukan sekarang, sama persis seperti yang kalian lakukan, aku hanya melindungi sesuatu yang...”
“Aku..... akan menghentikan seluruh pertempuran....!!!” (Kata Sigma)
 Yuyutsu dan Nakula kaget setelah mendengar apa yang dikatakan Sigma.
“Cih... lalu bagaimana caramu untuk melakukannya...?” (tanya Yuyutsu)
“Aku... akan menyatukan seluruh Nusantara....!!!” (jawab Sigma)
Yuyutsu terdiam sejenak dan berkata,
“HAHAHAHA....Nusantara katamu....??? HAHAHAHA....jangan membuatku tertawa...,Terdapat banyak sekali Kerajaan dan kau ingin menyatukan mereka semua....??? HAHAHA... pikiranmu masih seperti bocah..., oh tidak, memang benar kalau ternyata kau masih bocah...”
“.............” (Sigma menatap Yuyutsu dengan serius)
Melihat Sigma yang tampak serius dengan ucapannya membuat Yuyutsu berhenti tertawa, dengan nada serius dia pun berkata,
“Setiap kerajaan memiliki dendam terhadap kerajaan lainnya, dendam itu bagaikan api yang tidak akan bisa padam, yang bisa dilakukan hanya menambahkan bahan bakar agar api itu tetap menyala...”
“Jika memang Dendam bagaikan api yang terus menyala, maka aku akan menjadi air untuk memadamkan api tersebut...” (jawab Sigma)
Setelah mendengar hal itu Yuyutsu dan Sigma terdiam sejenak, dan mata mereka saling bertatapan, tak berapa lama kemudian,
“hmmm....” (Yuyutsu melihat sekelilingnya)
“Dasamuka itu sudah kami kalahkan, kau sendirian sekarang” (kata Gandamana yang tiba-tiba datang)
“hmmmm..... -_- membosankan....” (suara Yuyutsu berubah menjadi lembut)
Yuyutsu melihat kearah Nakula,
“Maaf Nakula, aku akan bertemu denganmu lain kali ya.., tehe... :p” (kata Yuyutsu)
“aku tidak akan membiarkanmu lari.....!!!” (kata Suwanda)
“Sampai jumpa semuanya.... ^_^” (Yuyutsu membuat sebuah AKSARA ditangannya, dan dalam sekejap aksara itu berubah menjadi cahaya yang sangat terang)
Sigma dan yang lainnya hanya bisa melindungi mata mereka dari cahaya itu, dan dalam sekejap Yuyutsu pun menghilang.
“Tunggu....!!!!” (Kata Nakula yang berusaha mengejar Yuyutsu)
Namun tak berapa lama kemudian, Nakula kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan.
“Nakula....!!! Nakula....!!! Veranda cepat tolong Nakula...!!!” (teriak teman-temannya)


 Yuyutsu art by Anggra


Chapter 14 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)


==============================================================================
Chapter 15 : Gaya Hidup (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

‘Kring....kring....’ (nada suara HandPhone berbunyi)
“Halo....” (seorang wanita mengangkat HP tersebut) “tentu saja, aku akan berusaha...” (lanjut wanita tersebut)
Tak lama kemudian datang seorang wanita yang lebih tua darinya, dia terlihat seperti seorang manajer sebuah perusahaan.
“Konser mu akan segera di mulai, lakukan yang terbaik ya...” (kata manajer tersebut)
“Tentu saja...” (jawab wanita tersebut)
“Sekarang dunia tertuju padamu, Yunia....”
Di sebuah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang, tampak Sigma sedang berjalan sambil melihat kearah poster dan papan iklan yang ada disekitarnya.
“Hmmm.... kenapa semua papan iklan isinya sama semua..., ehhmmm... ‘Yunia, Bidadari yang turun ke Bumi’...” (kata Sigma setelah membaca tulisan dipapan iklan tersebut)
“Bidadari...? Bidadari...? Bidadari...? JADI DIA ADALAH BIDADARI YANG TURUN DARI LANGIT....!!!” (teriak Sigma)
*Tongg....!!!
“Tentu saja bukan, dasar bodoh” (kata Nakula sambil memukul kepala Sigma)
“Aduh...SAKIITTT...!!! kau ini baru muncul langsung memukulku, mau mu apa sih?” (marah Sigma sambil memegang kepalanya yang kesakitan)
“Hah... jadi kau mau melawanku?” (kata Nakula)
“Ayoo....!!!”
“Kalian jangan berkelahi disini...!!!” (kata seorang laki-laki yang sangat familiar)
 Sigma dan Nakula memandangnya, mereka sedikit bingung karena ada dua orang aneh yang memakai pakaian aneh, berkacamata dan memakai masker, terlebih lagi mereka membawa lightstik seperti akan menonton sebuah konser.
“eehhehe... siapa mereka...?” (kata Nakula yang terheran-heran)
“aku tidak tahu, tapi...” (jawab Sigma)
Namun setelah diperhatikan lagi, Sigma sadar dan berkata,
“Patih Gandamana... dan... Patih Suwanda...?”
“hmmm... hebat juga kau bisa mengenali kami Sigma” (kata Suwanda sambil melepas maskernya)
“APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN....? KENAPA KALIAN TIDAK MEMAKAI PAKAIAN PATIH?” (kejut Sigma)
“Sssttt.... jangan keras-keras...” (jawab Gandamana sambil menutup mulut Sigma)
“Kalo Ketua Bisma tahu kita meninggalkan tugas kita, tamatlah riwayat kita... T_T” (kata Suwanda)
“Jadi... apa yang sedang kalian lakukan” (tanya Nakula)
Dengan nada percaya diri dan membuat pose konyol, mereka berkata,
“Hehehe... sebenarnya.... kita berdua akan menonton Konser Yunia Sang Bidadari....!!!” (sambil menunjuk sebuah papan iklan yang berada diatas kota)
“Ehh...he....he....” (Sigma dan Nakula hanya bengong melihat tingkah mereka berdua)
“Kami bahkan sudah mempunyai kartu member fans klub nya...” (kata Gandamana sambil menunjukan kartu)
“Dan....hiks hiks... tiket ini... tiket ini... walaupun harus mengarungi berbagai macam cobaan hidup, akhirnya kita berdua bisa mendapatkannya.... hiks...hiks...” (kata Suwanda sambil sambil menangis konyol dan berpelukan dengan Gandamana)
“Aku...Aku juga merasakannya... hiks hiks...” (lanjut Gandamana yang juga menangis konyol)
“O_o...” (Sigma dan Nakula masih bengong)
“Oh tidak, konser nya akan segera dimulai...” (kejut Gandamana)
Gandamana menengok kekanan dan kekiri dengan serius dan berkata,
“Mataku menunjukan belum ada tanda-tanda dari Ketua Bisma, ayo kita lanjutkan penyamaran”
“Baik...!!!” (jawab Suwanda sambil memakai maskernya kembali)
“MELUNCUUUURRRRR...........!!!!” (kata mereka berdua sambil pergi dari hadapan Sigma dan Nakula)
Setelah Gandamana dan Suwanda pergi, Sigma berkata,
“Yosh... sudah diputuskan, ayo kita tonton konsernya...”
“Hah... tonton saja sendiri, aku mau pulang” (jawab Nakula)
“Tidak..., kau harus ikut denganku...AYOO....” (kata Sigma sambil menyeret tangan Nakula)
“Oi... lepaskan....”
Terlihat sebuah Gedung sebuah gedung yang sangat besar, nampaknya gedung itu digunakan untuk tempat berlangsungnya konser Yunia, jalan disekitarnya yang tadinya ramai dengan kendaraan terlihat sangat sepi, orang-orang seperti menghentikan aktifitas mereka hanya untuk melihat konser tersebut.
 Didalam gedung tersebut, terlihat Yunia sedang bersiap-siap, dia terlihat seperti sedikit gugup,
“Apa kau gugup...?” (tanya seorang Manajer)
“Tenang saja, aku sudah biasa mengatasinya” (jawab Yunia dengan senyuman)
“Oh baguslah...”
Yunia melihat cermin yang ada dihadapannya, setelah melihat dirinya sendiri dia nampak sedih karena sesuatu yang tidak diketahui.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya Sigma dan Nakula sampai disebuah gedung pertunjukan dimana konser Yunia diadakan, Sigma kaget karena banyak sekali orang yang mengantri untuk masuk kedalam gedung tersebut.
“Suggeeee..... orang yang mengantri banyak sekali...” (kejut Sigma)
“Sepertinya ini adalah konser yang sangat besar...” (kata Nakula)
“Kalo begitu ayo kita melihatnya...hehe...” (Sambil menyeret Nakula)
“Oi... lepaskan...”
Setelah sampai di pintu masuk gedung tersebut, Sigma dan Nakula diminta untuk memperlihatkan tiket mereka,
“Mana Tiket kalian...?” (kata seorang penjaga yang berada di gedung tersebut)
“Oh...hehe... kami tidak bawa tiket...” (kata Sigma)
#Bruakkkk....
Mereka berdua dilempar keluar oleh penjaga itu,
“Hoi... KALO MAU NGUSIR BIASA AJA, GAK USAH MAIN LEMPAR-LEMPAR... Bikin darah tinggi saja...!!!” (teriak Sigma)
“Kau sudah lihat kan? Kita tidak bisa masuk” (kata Nakula sambil membersihkan pakaiannya dari debu)
“Masih ada....”
“Ha....”
“Masih ada cara lain....Ayo ikut aku...”
Suasana didalam gedung juga tidak kalah meriah, orang-orang sudah berkumpul pada tempat duduknya masing-masing, mereka juga berteriak memanggil nama Yunia agar keluar.
“YU-NI-A... YU-NI-A... YU-NI-A...!!!” (Teriak seluruh penonton yang ada digedung tersebut)
Tak berapa lama kemudian, lampu didalam panggung menyala dan memancarkan begitu banyak warna, hal tersebut sontak membuat penonton lebih ramai dan berteriak lebih kencang dari sebelumnya.
“Aroma panggung yang hangat, lampu-lampu yang memfokuskan pada satu tujuan, suara-suara teriakan yang menggema..., Aku... Aku... MEMBENCINYA.....!!!” (kata Yunia dalam hatinya)
Tak disangka-sangka Sigma dan Nakula mencoba masuk kedalam gedung dengan masuk kedalam lubang udara,
“Jadi ini yang kau maksud dengan cara lain?” (tanya Nakula)
“Ini adalah cara terbaik untuk masuk kedalam tanpa harus memperlihatkan Tiket” (jawab Sigma)
Setelah Yunia keluar dan memperlihatkan dirinya, penonton menjadi semakin ramai dan ada juga yang pingsan karena tidak kuat menahan kesenangannya,
“HAI....SEMUANYA.....!!!” (Kata Yunia dengan senyuman)
#HHHOOOO......OOOOO.....!!!! *penonton semakin menggila.
“YUNIA... AKU MENCINTAIMU.....!!!” (teriak Suwanda yang kegirangan)
“YUNIA... KAU ADALAH SEGALANYA...!!!” (teriak Gandamana)
Nampaknya Sigma dan Nakula berhasil menerobos masuk kedalam gedung tersebut,
“Hehehe... rencanaku memang tidak pernah gagal...” (kata Sigma)
“kau benar, tapi kita diatas panggung bukan di bangku penonton...” (kata Nakula)
#HHOOOOOOOO............!!!!! *suara penonton
“WOW... lihatlah, dibawah sana penontonnya banyak sekali” (teriak Sigma)
“Jadi, wanita itu yang bernama Yunia” (kata Nakula)
“Wow Cantiknya....” (kagum Sigma)
Setelah menyapa penonton, Yunia kembali berkata,
“Aku harap kalian semua menikmati konser ini, jadi tetap bersamaku disini ya....”
#HOOOOOOIIIII......... *lagi-lagi senyuman Yunia membuat para penonton kegirangan.
“Kalo begitu mari kita bernyanyi bersama..., lagu yang pertama adalah...”
#DOOM...!!!
Tiba-tiba semua lampu yang menerangi panggung padam, menunjukan bahwa lagu pertama akan segera dinyanyikan, para penonton pun semakin antusias karena lagu pertama akan segera dibawakan oleh Yunia.
“Wow... aku penasaran lagu apa yang akan dia bawakan...” (Sigma penasaran)
“Ini... aneh....” (ujar Nakula)
“Wajahmu tuh yang aneh...”
“AKU BICARA SERIUS DENGANMU...!!!” (seru Nakula sambil mau memukul Sigma)
“Oke...oke..sabarr..., jadi apanya yang aneh...?” (tanya Sigma)
Penonton yang menyaksikan Konser tersebut mulai gelisah, karena Yunia tidak kunjung menampakan dirinya lagi atau memulai menyanyikan lagu pertamanya.
#PREEKKK *lampu panggung kembali menyala.
Namun apa yang terjadi, Yunia yang tadinya ada dipanggung menghilang tanpa jejak, sontak kejadian ini membuat penonton kebingungan dan bertanya-tanya apa yang terjadi.
“Itulah keanehan yang aku maksud...” (kata Nakula)
“Tidak mungkin...” (kejut Sigma)
Nakula menengok ke kanan dan ke kiri, memperhatikan dengan seksama setiap sudut gedung itu, dan tak disangka dia melihat Yunia dibawa lari oleh beberapa orang dan mereka keluar gedung lewat pintu belakang.
Tanpa ragu, Nakula langsung berlari mengejar orang-orang itu.
“Hei... tunggu aku...!!!” (teriak Sigma)
Melihat keanehan ini membuat Gandamana dan Suwanda menjadi curiga,
“Suwanda, kau tahu kan” (tanya Gandamana)
“Tentu saja...” (jawab Suwanda)
#BLUURRRR
Mereka berdua melepaskan pakaian aneh mereka, dan langsung berpakaian layaknya para Patih.

Chapter 15 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)


==============================================================================
 Chapter 16 : Penculikan (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

“Ini adalah bagian dari acara...!!!”
“Yunia akan segera muncul...!!!”
“YU-NI-A... YU-NI-A...YU-NI-A...!!!”
Setidaknya itulah yang dikatakan oleh para penonton, mereka menganggap bahwa hilangnya Yunia adalah bagian dari acara, dan terus bersorak-sorak untuk memanggil Yunia.
Sigma dan Nakula loncat dari atas panggung, setelah tiba dibelakang panggung, mereka kaget karena melihat semua Kru, Manajer, dan orang-orang yang berada di belakang panggung tersebut tergeletak dilantai.
“Apa yang terjadi dengan mereka, kenapa semuanya tak sadarkan diri?” (kejut Sigma)
Disekitar tempat itu Nakula melihat adanya sebuah tabung yang berisi gas,
“Gas Penidur kah...” (kata Nakula)
“Apa kau bilang?” (tanya Sigma)
“Tenang... mereka semua hanya tertidur...” (jelas Nakula)
Diantara orang-orang yang tertidur itu, Nakula melihat pria yang sepertinya masih bisa menggerakan tubuhnya, Nakula pun mendekati pria tersebut,
“Kemana perginya mereka...?” (tanya Nakula kepada pria itu)
Dengan terbatah-batah, pria itu menjawab,
“Me...re...ka... ada... di Jembatan....Ampera...” (setelah mengatakan itu pria itu langsung tertidur)
“Ternyata memang benar...” (kata Nakula)
Setelah mendengar perkataan dari pria tersebut, Nakula langsung berlari keluar gedung untuk mengejar Yunia.
“Hei... bisa tungguin aku gak sih...!!!” (teriak Sigma)
Mereka berdua berlari keluar gedung, sambil berlarian Sigma bertanya,
 “Apa yang terjadi dengan Yunia?”
“Aku melihatnya dibawa lari oleh beberapa orang...” (kata Sigma sambil berlari)
“Jadi memang benar kalo...”
“PENCULIKAN...!!!” (tegas Nakula)
“Sebaiknya aku menghubungi Polisi atau para Patih....” (ujar Sigma sambil mengeluarkan HandPhone miliknya)
Nakula langsung menghentikan lari nya dan mengambil HandPhone milik Sigma, hal ini membuat Sigma kaget dan menghentikan larinya juga,
“APA KAU BODOH..!!!” (kecam Nakula)
“Kenapa...? Ini adalah Penculikan... jika kita tidak menghubungi Polisi maka semua akan...”
“Kau ingin nyawa Yunia dalam bahaya...?” (Nakula memotong perkataan Sigma)
“Bahaya katamu...”
“Para Penculik itu pasti meminta tebusan, jika mereka tahu bahwa ada yang menghubungi polisi, nyawa Yunia pasti dalam bahaya” (lanjut Nakula)
“Itu memang benar” (tiba-tiba Patih Gandamana dan Patih Suwanda datang)
“Patih Gandamana... Patih Suwanda...!!!” (kaget Sigma)
“Jadi, kemana kalian akan pergi...?” (tanya Suwanda)
“Jembatan Ampera...” (tegas Nakula)
Ini adalah Jembatan Ampera, jembatan yang berwarna merah bagaikan darah, konon ada cerita dibalik warna dari jembatan tersebut. Terlihat di jembatan tersebut, Yunia sedang tak sadarkan diri, tangan dan kakinya terikat disalah satu besi jembatan.
Beberapa saat kemudian, Yunia mulai sadar dan perlahan membuka matanya,
“Aku... Dimana...?” (kata Yunia)
“Sepertinya kau sudah sadar... Yunia sang Bidadari...hehehe” (kata seorang pria yang memakai pakaian serba hitam disampingnya)
Yunia melihat kearah sekelilingnya, dia langsung terkaget seketika dia melihat bahwa dibawahnya adalah sungai yang sangat besar.
“Kyaaaaa.....!!! Dimana aku....??? Lespakan Aku....!!!” (Teriak Yunia)
“Ssssttt... jangan keras-keras..., kau ada Jembatan Ampera sekarang” (kata pria itu kembali)
“Konser...??? Konser...lalu bagaimana dengan Konsernya...???”
“Ssstt.... kau tidak perlu lagi memikirkan konsernya...”
“Tidak.... lepaskan aku....!!!” (teriak Yunia)
Setelah itu datanglah 3 pria lagi yang memakai pakaian serba hitam juga, 3 pria itu datang bersama dengan seorang wanita,
“Oh... sepertinya anda tepat waktu, dia sudah sadar sekarang” (kata Pria itu)
“Kalian melakukannya dengan baik” (kata wanita itu)
“Itulah mengapa anda menyewa kami bukan...”
Setelah melihat Yunia, wanita itu berkata,
“Lama tak jumpa, Yunia sang Bidadari...”
“Ha...Hana...?” (kejut Yunia)
“Tak kusangka kau masih mengingat namaku...” (ujar Hana)
“Tolong aku... mereka mengikatku disini...”
“Aku lah yang memerintahkan mereka untuk mengikatmu...”
“Hana... apa maksudmu...?”
“Hentikan SUARA MANISMU ITU...!!! KAU INI MENYEBALKAN...!!!” (Seru Hana)
“Menyebalkan...”
“KAU lah yang membuatku seperti ini..!!!.”
“Apa maksudmu...?” (tanya Yunia dengan suara sedih)
“KAU... MENCURI Mereka SEMUA.., apa kau masih ingat, dulu aku selalu dipuja-puja oleh MEREKA...!!!, aku selalu bernyanyi di panggung YANG PALING MEGAH, sorotan lampu yang berwarna-warni, dan teriakan penonton yang selalu MENGGEMA MENYERUKAN NAMAKU...!!!, namun semua berubah ketika kau datang dan memperkenalkan dirimu kepada mereka, NAMAMU terbang ke langit bagaikan BIDADARI, dan aku Jatuh ke dalam JURANG yang penuh dengan KEHAMPAAN...!!!” (Kecam Hana)
“Baguslah...” (jawab Yunia dengan suara yang sangat datar)
“APA KATAMU...???”
“Aku juga membenci diriku sendiri...”
“APA KAU BILANG...???”
“Mereka selalu menyerukan namaku, mereka menganggap kalau aku memiliki masa depan yang cerah dalam industri hiburan, yang benar saja, selalu harus berpenampilan menarik dimana pun berada, selalu harus tersenyum kepada orang yang datang, selalu mengatakan semua baik-baik saja, semua itu... aku membencinya..., dan setelah tahu kalau ada orang yang sangat membenciku.... aku jadi lega, itu menunjukkan kalau hidupku sudah tidak berarti lagi, hari-hari yang akan aku jalani selanjutnya pasti hanya akan berisi kesedihan...” (jelas Yunia dengan suara datar)
“Apa yang kau katakan... Yunia...???” (kaget Hana)
“Katakan padaku, apakah jika aku mati, kau akan puas...?” (tanya Yunia)
“Itu... itu..” (Hana ragu-ragu dalam berkata)
“ADA YANG DATANG....SEMUANYA BERLINDUNG...!!!” (kata salah satu pria berbaju hitam)
#BOOOOMMMM.... *listrik yang dihasilkan dari Kirti milik Sigma mengenai mereka.
“Hehehe... maaf menganggu, boleh aku bergabung di pesta kalian...?” (kata Sigma)
Chapter 16 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)
                                                                                                    

============================================================================== 
 Chapter 17 : Jembatan Ampera (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

“boleh aku bergabung di pesta kalian...?” (kata Sigma dengan percaya diri)
*tongg....!!!
“DASARR BODOH.....!!!” (seru Suwanda sambil memukul kepala Sigma)
“Aduh SAKITTT....!!!” (teriak Sigma)
“KALO SERANGANMU mengenai wanita itu BAGAIMANA....???”
“Oh...hehehe, tapi sepertinya mereka...”
Ternyata 4 pria itu berhasil menangkis serangan Sigma dengan membuat semacam pelindung dari tangan mereka, sehingga Yunia dan Hana selamat dari serangan itu.
“Apa...!!! mereka juga Kesatria...?” (kejut Sigma)
TL NOTE : Kesatria : Orang yang bisa menggunakan Sihir (Pengguna Sihir)
Pria yang memakai pakaian hitam itu melihat kearah Gandamana dan Suwanda,
“Pakaian itu... tak kusangka penculikan ini diketahui oleh para patih” (kata Pria itu)
“Empat orang..., Pakaian hitam..., berkacamata gelap..., oh jadi kalian adalah 4 Kesatria bayaran yang menjadi buronan di Kerajaan Hastina” (kata Gandamana)
“Wow... ternyata kita sangat terkenal sekali, hingga para patih pun tahu tentang kita, perkenalkan namaku A, dan teman-temanku ini adalah B, C, D” (kata A)
“pfftt...HAHAHA... nama mereka lucu sekali, urut seperti alfabet” (Sigma tertawa)
“Sigma... pfffttt kau jangan menertawai nama orang lain... pffftt...” (Kata Suwanda sambil menahan tawanya”
“HAHAHA... kau menyuruh ku untuk tidak tertawa, tapi lihat kau sendiri juga tertawa kan...”
“KALIAN SEMUA, DIAMLAH....!!!” (tegas Gandamana)
“...........” (Sigma dan Suwanda akhirnya terdiam)
“Jadi... pffttt... Apa yang sedang kalian lakukan disini Tuan Alfabet...” (kata Gandama sambil menahan tawanya)
“HAHAHAHAHAHAHA....!!!” (mereka bertiga akhirnya tertawa terbahak-bahak)
Mendengar suara dari mereka bertiga membuat A,B,C, dan D menjadi kesal sendiri.
“TUH KAN...!!! aku sudah bilang pada mu A, kalau nama kita sangatlah jelek” (kata si B)
“BUKAN kah itu adalah idemu B...?” (kata si C)
“BUKAN KAH kau juga membantunya C...? (kata si D)
“TADI katanya kalian minta yang simpel, gimana sih...!!!” (kata si A)
Melihat mereka berempat ribut sendiri, membuat Sigma dan yang lainnya terheran.
“Ehem...Ehem... ayo kita kembali ke inti permasalahannya” (kata Gandamana)
Mereka berempat akhirnya berhenti berkelahi dan kembali ke inti permasalahannya,
“Ehmmm... sampai dimana kita...?” (tanya Gandamana sambil kebingungan)
“Sampai di... ehmmm... sampai dimana ya” (jawab si A dengan kebingungan juga)
“Ehhmmm....” (si B,C, dan D juga ikut kebingungan)
“Hei Sigma, Suwanda... apa kalian tahu kita sampai dimana tadi...?” (tanya Gandamana)
“EEEEeeeeemmmmmm....” (Sigma dan Suwanda sedang berpikir)
Disaat semua nya sedang kebingungan, tiba-tiba Nakula berkata,
“Lepaskan wanita itu...!!!” (kata Nakula)
Semua terkejut dan pandangan mereka menjadi serius,
“Nahhh.... itu dia, kita sudah sampai disitu...” (Jawab si A dengan gembira)
“Fiuhhh... akhirnya  kita ingat juga... kita berhasil...” (kata Gandama dengan gembira juga)
“Hiks... hiks... syukurlah kita bisa mengingatnya...” (Suwanda terharu)
“GEENNIIIIIIIIIIII.......................!!!!!!!!!!”
*Blur blur blur... api milik Nakula menggeliat-geliat.
“AAAAAAAAAaaaaaaaaaaa.......!!!!” (Sigma, Suwanda, dan Gandamana kaget karena api itu hampir saja mengenai mereka)
“Aku bilang, lepaskan wanita itu...!!!” (kata Nakula dengan serius)
“Hehehe... maaf membuatmu kecewa, tapi itu bukanlah hak ku, yang berhak melepaskannya atau tidak adalah Klien kami, nyonya Hana”
Hana melangkah kedepan dan berkata,
“Tidak ada yang boleh mencapuri urusanku, serang mereka...!!!”
“Hehe... Dengan senang hati nyonya...” (kata si A)
*WOSSSH....!!!
Keempat orang berbaju hitam itu langsung menyerang Sigma dan yang lainnya.
“SULA...!!!” (Seru Suwanda) sul
*DOOMMM... pedang milik Suwanda muncul.
Suwanda mencoba menyerang mereka terlebih dahulu,
“Lewati aku dulu...!!!” (kata Suwanda)
Ketika benturan akan terjadi antara Suwanda dengan mereka, tiba-tiba mereka melompat dan menghendari terjadinya benturan dengan Suwanda.
“Apa..., mereka tidak mengincarku” (kejut Suwanda)
Ternyata mereka tidak mengincar Suwanda dan berlanjut menyerang Sigma, Nakula, dan Gandamana.
Nakula mengarahkan tangannya ke arah empat orang itu dan muncullah api berbentuk tangan yang bersiap untuk mencengkram mereka. Namun nyatanya serangan itu tidak mengenai mereka, karena si C membuat sebuah AKSARA dan aksara itu bisa meyerap kekuatan sihir.
“Apiku diserap olehnya....” (kejut Nakula)
 Melihat pertahanan Nakula yang lengah, si D berusaha menyerangnya.
Sigma yang mengetahui hal itu langsung berteriak, ki/ti
“Tidak akan kubiarkan...!!!” (Seru Sigma sambil melompat dan bersiap untuk melepaskan anak panahnya)
Tiba-tiba saja, C sudah berada di depan Sigma dan menendangnya hingga terpental kejalanan.
“Sigma...!!!” (teriak Nakula)
“Perhatikan lawanmu...!!!” (kata si D yang langsung memukul Nakula)
Pukulan yang sangat keras itu membuat Nakula terjatuh ke Sungai, beruntungnya dia masih berpengangan pada besi jembatan itu.
“Bertahanlah Nakula, aku akan menolongmu” (kata Suwanda)
Suwanda mencoba menolong Nakula agar dapat naik ke jembatan lagi, namun tiba-tiba B menghadangnya, dan langsung menyerangnya.
Akibat terpentalnya Sigma kejalanan, membuat Mobil yang sedang melaju di jembatan itu kaget dan membunyikan klakson.
#BEMMMM....!!! (suara klakson mobil yang sedang melaju dijembatan itu)
Karena kaget dengan adanya mobil itu, akhirnya Sigma langsung bergegas menyeimbangkan tubuhnya dan melompat untuk menghindari mobil itu. Namun apa daya, sebelum akan melompat Sigma langsung berhadapan si C lagi, mereka berdua saling beradu kekuatan.
~Sial... dia kuat sekali~ (kata Sigma dalam hatinya)
Karena tidak ada pilihan, mobil itu pun akhirnya membanting stir ke kiri hingga menabrak pembatas jalan dijembatan itu, kejadian ini sontak membuat mobil-mobil lainnya berhenti dan terjadilah kemacetan.
“Hebat bukan....?” (kata A)
“Aku akui kalian memang hebat, tapi...” (jawab Gandamana)
“............”
“Kalian tidak tahu, jika kalian sedang berhadapan dengan orang yang di juluki si Tangan Beruang disini” (kata gandamana dengan percaya diri)
“Tangan Beruang...? jangan-jangan kau...”
“GARUUU........!!!!” gru
*Bruughhh... Pedang Gandamana muncul.
“Asta Sewu...!!!” (kata Gandamana sambil menancapkan pedangnya ketanah) asTsewu
Tak lama setelah itu, muncullah AKSARA “Asta Sewu” tepat dibawah kaki si A, dan dalam sekejap muncullah tanah yang berbentuk 2 tangan yang saling mencengkram sehingga mengurung si A didalamnya.
“Satu sudah tertangkap, tinggal 3 lagi” (kata Gandamana)
Ternyata aksara itu tidak hanya berada di kaki si A, namun juga berada di B yang sedang berhadapan dengan Suwanda, si C yang sedang beradu kekuatan dengan Sigma, dan si D yang akan menyerang Nakula.
Karena kaget dengan adanya aksara yang berubah menjadi tanah berbentuk tangan itu, mereka bertiga langsung berusaha menghindarinya, namun yang bisa mneghindarinya hanya si B dan C, sedangkan D terjebak didalamnya.
Melihat si D sudah tersegel didalam tanah itu, dan si B yang sudah pergi karena menghindari Aksara milik Gandamana, akhirnya Suwanda langsung berusaha menolong Nakula yang hampir saja terjatuh dari jembatan. Dan dengan demikian si B, dan C dalam kondisi yang terpojok.
“Bagus Paman Gandamana..., yosh sekarang tinggal mereka berdua” (kata Sigma)
Setelah tahu posisi B dan C terpojok, akhirnya C memutuskan untuk melompat keatas tiang-tiang jembatan untuk menghindari Sigma dan yang lainnya.
“Dia mencoba untuk kabur” (kata Nakula)
“Biar aku yang mengurusnya” (kata Sigma sambil melompat dan mengejar si C)
“Aku ikut denganmu” (kata Nakula kembali)
Akhirnya Sigma dan Nakula mengejar si C hingga ke puncak besi dari jembatan ampera, di saat bersamaan Gandamana dan Suwanda juga bersiap untuk melumpuhkan si B.
“Menyerahlah, kau hanya membuang-buang waktu saja” (kata Suwanda sambil mengangkat pedangnya)
“Jadi kalian pikir aku sendirian?” (kata si B)
“Kau memang sendirian kan...” (lanjut Suwanda)
*WOOOSSHHHH
Tanpa sadar tiba-tiba si A dan D yang tadi tersegel mencul dibelakang Gandamana dan Suwanda, dan bersiap menyerang mereka,
 “APAS...!!!” (kata si A dan si D)
*Sriinggg muncul Aksara bertuliskan apas melingkari tangan mereka dan keluarlah pusaran air yang bersiap menembak Gandamana dan Suwanda.
Sontak hal itu membuat Gandamana dan Suwanda kaget,
“BUMI...!!!” (kata Gandamana sambil menghentakan tangan kirinya ke tanah)
*ZRUUGHHH muncul aksara bertuliskan bumi dan berubah menjadi dinding tanah yang menjulang keatas.
*BBUUUWWWOOOSSHHHH.... (air berbenturan dengan tanah)
Disaat Gandamana dan Suwanda sedang berlindung dari tembakan air itu, si B yang berada dibelakang mereka langsung menambahkannya dengan pusaran air kembali.
“APAS...!!!” (kata si B)
*BYURRR muncullah Aksara dan menjadi gelombang air yang menuju ke Gandamana dan Suwanda.
“BUMI...!!!” (kata Gandamana)
*ZRUGHHH muncullah dinding tanah kembali untuk menghalau gelombang air itu.
Dengan Demikian Gandamana dan Suwanda berada dalam situasi genting.




Chapter 18 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)


==============================================================================
 Chapter 18 : Panah berapi (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

Disaat posisi yang genting karena diapit oleh dua elemen sekaligus, Suwanda berteriak kepada Gandamana,
“KENAPA MEREKA BISA LOLOS DARI ‘ASTA SEWU’ MU...??!!” (teriak Suwanda)
“sepertinya mereka melelehkan diri mereka dan keluar dari celah-celah tanah” (kata Gandamana dengan serius)
“OH DEMI CELANA DALAM BURUNG GARUDA, SEKARANG KAU BILANG MEREKA ADALAH MANUSIA YANG BISA BERUBAH MENJADI AIR”
“itu memang benar..!!!”
“APA KAU PERNAH BERTEMU DENGAN ORANG YANG TUBUHNYA BISA BERUBAH MENJADI API KARENA MARAH?”
“Ehmmm... belum pernah sih... ._. ” (jawab Gandamana)
“APA KAU INGIN MERASAKAN RASANYA DIPUKUL OLEH ORANG YANG SEPERTI ITU?”
“Eh... emang ada ya orang seperti...”
*TOEEENGGG....!!! Suwanda memukul kepala Gandamana
“HEI KENAPA KAU MEMUKULKU...?” (teriak Gandamana)
“KARENA KAU SUMBER MASALAHKU...” (Teriak Suwanda)
“MAU NGAJAK BERANTEM DISINI...?”
“AYO...!!!”
Disaat mereka sedang berkelahi tiba-tiba kedua dinding disamping mereka mulai retak, menandakan tidak kuat lagi untuk menahan gempuran dari pusaran air yang ada.
*KREK....KREK...
“Oi... Gandamana...” (kaget Suwanda)
“Lompat sekarang...!!!” (teriak Gandamana)
*BYURRRRRRR........
Kedua dinding itu rusak, namun Gandamana dan Suwanda berhasil menghindarinya.
“Fiuh hampir saja” (kata Suwanda)
A, B dan D yang melihat mereka bisa menghindari serangan itu langsung membuat AKSARA ditangan mereka, kemudian muncullah air dan dalam sekejap air itu berubah menjadi pedang.
A dan B mengincar Gandamana, sedangkan D mengincar Suwanda, pertarungan pedang yang diperagakan oleh mereka sangat memukau, sampai akhirnya Gandamana dan Suwanda saling menempelkan punggung mereka karena diapit oleh si A,B dan C.
“Oi Suwanda, apakah kau tahu apa yang aku pikirkan? (kata Gandamana)
“Tentu saja aku tidak tahu, memangnya aku ini bisa membaca pikiranmu apa...?!!!” (Kesal Suwanda)
“Bukankah disaat seperti ini, kau harus melakukannya?”
“Apa kau yakin?”
“Tentu saja...”
Di puncak besi jembatan Ampera, Sigma dan Nakula sedang berhadapan dengan si C, angin berhembus diantara mereka bertiga, menunjukkan betapa tingginya tempat tersebut.
“Heh... bocah seperti kalian mau melawanku?” (tanya si C)
“Hmph, jadi kau takut?” (tanya Nakula)
“.........” (si C kembali serius)
“Sigma, lakukanlah seperti biasanya” (kata Nakula)
“ZZZzzzz.........” (Sigma tidak menjawab)
“Sigma oi...???” (Nakula menengok kearah Sigma)
“Eerrhhzz... Na...ku...la... ini... tinggi... se..ka...li....hiks hiks” (Sigma menangis ketakutan sambil berpelukan pada sebuah tiang jembatan itu)
“OI APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN...!!!” (teriak Nakula)
 “A...ku... taa....kuttt....hiks hiks”
“Tak kusangka karena mimpimu untuk memeluk seorang wanita tidak tercapai, akhirnya kau frustasi dan pindah haluan untuk memeluk sebuah tiang” (kata Nakula sambil memegang kepalanya)
“Sudah CUKUP basa-basi nya, AYO KITA MULAI...!!!” (kata si C sambil menyerang Sigma)
*Sringgg... muncul aksara yang berubah menjadi pedang milik si C
Sesaat sebelum C menyerang Sigma, Nakula melompat dan menangkis serangan itu dengan tangannya yang berselimut api,
“Sigma... cepatlah gunakan Kirti mu...!!!” (teriak Nakula)
“Ba...iikkk..lah...Zzzz”
“Cepatlah...!!!”
Sigma berusaha berdiri dan mengangkat tangan kirinya,
“Ki....Ki...rrr....”
*PRAKKK....
Nakula tidak bisa menahan pedang milik si C dan terhempas jatuh kebawah,
“NAKULA....!!!” (teriak Sigma)
“Oopss... maafkan aku..., sekarang giliranmu...” (kata si C sambil mengarahkan pedangnya ke arah Sigma)
“Kirti...!!!”
*WOOSHHH panah milik Sigma muncul
#TRINGG....!!! Panah milik Sigma dan pedang milik si C saling berbenturan
“Muncul di saat-saat terakhir, menyusahkan saja” (kata si C)
Si C langsung menendang tubuh Sigma sehingga Sigma terhempas dan jatuh kebawah,
“AAAAaaaaa.........” (teriak Sigma)
*BLUGHHH
Tiba-tiba ada seseorang yang menangkap Sigma, dan orang itu adalah Nakula,
“Nakula...” (kejut Sigma)
“Hmph, setidaknya kau bisa mengeluarkan Kirti mu disaat-saat terakhir...” (kata Nakula)
Ternyata Nakula menggunakan api nya yang berbentuk tangan untuk mencengkram tiang-tiang yang ada, sehinnga dia bisa bergelantungan tanpa takut terjatuh.
“Ternyata memang bocah...” (kata si C yang mengira dia sudah berhasil mengalahkan Sigma dan Nakula.
“Kirti...!!!, terima ini...!!!” (teriak Sigma)
WOSSHH tiba-tiba Sigma sudah dibelakang si C dan melepaskan panah mematikannya, karena kaget si C langsung membuat sebuah AKSARA, dan aksara itu menyerap busur panah milik Sigma.
“Tidak mungkin...” (kaget Sigma)
“Aksara nya bisa menyerap kekuatan sihir, jadi kita harus menyerangnya sebelum dia membuatnya lagi” (kata Nakula)
Nakula menyerang si C, namun dapat ditangkisnya, setelah ditangkis Nakula langsung menembakan api kearah si C, api itu dapat diserapnya dengan aksara ditangan kanannya, disaat yang bersamaan Sigma mengarahkan kirtinya dari belakang si C, namun si C membuat AKSARA dengan tangan kirinya, sehingga semua serangan mereka dapat diserapnya.
“Sigma... kau tahu maksudkan?” (kata Nakula)
“Tentu saja” (jawab Sigma)
“Ayo lakukan...”
Sigma dan Nakula mengapit si C, dan kemudian menyerangnya secara bersamaan.
Nakula menyatukan kedua tangannya dan berkata,
“GENIRUPA...!!!”
*BLURRRRR muncul AKSARA dan dari aksara itu keluarlah pusaran api yang mengarah ke si C
“Terima ini...!!!” (Sigma menembakan panahnya ke arah si C)
“Sudah kubilang semua yang kalian lakukan adalah percuma” (kata si C sambil membuat AKSARA ditangan kanan dan kirinya untuk menyerap serangan mereka)
Sesaat setelah si C sudah membuat AKSARA di tangan kanan dan kirinya, tiba-tiba saja Sigma sudah berada diatas si C, dan langsung melepaskan busurnya dengan kekuatan penuh.
“Terimalah hadiah dariku...!!!” (teriak Sigma)
“APA...!!!” (kaget si C)
*BOOOOOMMMMMM.....!!!
“Yeah... kau benar Nakula...” (kata Sigma)
“Untuk membuat AKSARA kau harus menggunakan tanganmu, dan jika kau sudah menggunakan kedua tanganmu untuk membuat AKSARA, maka kau tidak bisa membuatnya lagi”
Suara panah milik Sigma yang mengenai si C terdengar sampai di telinga Gandamana dan Suwanda,
“Sepertinya Sigma dan Nakula berhasil mengalahkannya, ayo cepat selesaikan ini Suwanda...!!!” (kata Gandamana)
“Baiklah, kau yang menyuruhku untuk melakukan ini” (jawab Suwanda)
Suwanda mengangkat tangan kanannya keatas dan berteriak,
“KENDALIBAYU...!!!”
*SRINGGG muncul AKSARA bertuliskan kendalibayu diatas mereka, aksara itu terlihat lebih besar dari aksara biasa.
Tak lama kemudian, WIIISSSHHH WUUUUUSHHHHH....
Muncullah angin puting beliung yang menjulang keatas, karena angin tersebut terlalu kuat maka A,B, dan D yang berada di sekitar mereka ikut terhempas keudara.
Setelah mereka bertiga terhempas keudara, Gandamana menjulurkan tangannya kelangit dan berteriak,
“KENDALIBUMI...!!!”
 *SRINGGG muncullah aksara bertuliskan kendalibumi diatas mereka, aksara itu juga lebih besar dari biasanya, kemudian dari aksara itu muncullah batu besar. Sehingga setelah tiga orang itu terhempas mereka langsung mengenai batu yang besar itu dan jatuh tak sadarkan diri.

 Gandamana art by Anggra

 

Chapter 18 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)


==============================================================================
 Chapter 19 : Aksara (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

Akhirnya Gandamana, Suwanda, Sigma, dan Nakula berhasil mengalahkan para Kesatria bayaran ABCD. Hana yang merupakan dalang dari penculikan ini hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya.
Nakula membebaskan Yunia dari lilitan tali yang menahannya,
“Apa kau baik-baik saja?” (kata Nakula)
“Huum... tapi Kenapa kalian menyelamatkanku? (tanya Yunia)
“Tentu saja kita harus menyelematkanmu, kau kan seorang...”
“HENTIKAN...!!!” (teriak Yunia sambil menangis)
“Heh...” (Nakula bingung)
“Jadi jika aku bukanlah seorang penyanyi, maka kalian tidak menolongku?”
“Itu tidak benar...”
“Kalian semua...sama seperti mereka...”
“............”
“Kalian hanya memandangku dari penampilan saja, apa kalian tahu bagaimana perasaanku menghadapi ini semua..., tertawa walaupun hati ini menangis...”
“..........”
“Kerajaan ini...tidak tapi dunia ini... memang kejam...”
Yunia melangkah perlahan ke pembatas jembatan itu, sepertinya dia berniat untuk terjun dari jembatan itu,
“Mungkin kematian lebih baik dari pada harus menghadapi semua ini...” (kata Yunia yang sudah naik ke pagar jembatan dan membelakangi Nakula)
“HENTIKAN....!!!” (teriak Nakula)
“Tidak perlu berpura-pura menghentikanku, bukankah yang kau pikirkan hanyalah...”
“DIAMMMM...!!!” (teriak Nakula yang serius dengan perkataannya)
“..............” (Yunia terdiam)
“Jadi kau pikir hanya kau yang mengalami hal seperti ini...? jangan bercanda...!!!”
“...........”
“Selalu berpenampilan menjadi orang lain ketika bertemu dengan seseorang... itulah yang selalu aku lakukan...”
“................”
“Bahkan walaupun hati ini menangis, aku akan tetap melakukannya..., itu semua demi seseorang yang aku sayangi...” (*gambar samar-samar wajah Sadewa)
“Seseorang yang disayangi...? lalu Kenapa... kenapa kau yakin dengan hal itu...?”
“Itu karena... Aku mempercayainya...”
”Mempercayainya...?”
“Ya, percaya bahwa teman-temanmu akan membantu mu di situasi apapun...”
“Teman...?”
“Tak peduli seberapa berat beban yang kau pikul, jika kau mempercayai temanmu, semuanya akan terasa ringan”
“Tapi aku... tidak memiliki teman...”
“Akulah yang akan menjadi temanmu..., dengan demikian kau tidak sendirian lagi” (Kata Nakula sambil melambaikan tangannya agar Yunia meraihnya)
“Aku tidak sendirian....” (tegun Yunia sambil mencoba meraih tangan Nakula)
Namun apa daya, Yunia tidak sengaja terpeleset dari pagar itu dan jatuh sungai, Yunia terkejut karena Nakula tidak menolongnya,
Sesaat sebelum jatuh kesungai, dia berkata dalam hatinya,
“Ternyata semua memang sama saja, dia hanya membual untuk menjadi temanku, dunia ini kejam... ya itu memang benar..., selamat tinggal dunia...” (kata Yunia sambil tersenyum dan memejamkan matanya)
Berpikir Yunia akan jatuh ke sungai dan tidak ada yang menolongnya, tiba-tiba ada seseorang yang memngang tangannya, dan orang itu berkata,
“Sudah kubilang kau tidak sendirian sekarang...”
Yunia membuka matanya dan melihat bahwa orang yang memegang tangannya adalah Nakula, dan yang memegang kaki Nakula adalah Sigma, dan kaki Suwanda yang memegang adalah Gandamana, ternyata mereka berempat bergelantungan memanjang untuk menyelamatkan Yunia.
“Woi... Nakula kamfrett... kau ingin mati ya...” (kata Sigma sambil bergelantungan)
“Woi Gandamana cepat angkat aku....!!!” (kata Suwanda sambil bergelantungan)
“KALIAN SEMUA CEREWET..., apa kalian tidak tahu kalo mengangkat kalian berempat sangat berat...” (Kata Gandamana yang berada di pagar Jembatan)
Akhirnya Yunia berhasil diselamatkan, dan seketika itu juga polisi berdatangan untuk menangkap seluruh kesatria bayaran itu, termasuk Hana.
Tak berapa lama kemudian Patih Bisma datang menghampiri Sigma dan yang lainnya,
“Kalian semua tidak apa-apa kan...?” (kata Bisma)
“Tenang pak ketua, semuanya sudah terkendali” (kata Gandamana dengan percaya diri)
“Itu benar, kami telah menangkap semua penjahatnya” (lanjut Suwanda dengan percaya diri)
“APA YANG KALIAN LAKUKAN....!!!” (teriak Bisma sambil memukul Gandamana dan suwanda)
 *TOEENGGG
“Aduhh sakit....!!!” (teriak Gandamana dan Suwanda)
“KENAPA KALIAN TIDAK MENGHUBUNGIKU...!!! MAU JADI SOK PAHLAWAN GITU...? SUDAH KUAT KALIAN?” (lanjut Bisma)
“Itu...itu...” (kata Gandamana dan Suwanda sambil terbata-bata)
“Sudahlah, karena kalian sudah bertindak sesuka diri kalian, maka aku akan beri hukuman untuk membersihkan semua toilet digedung kerajaan, ayo ikut aku...!!!” (perintah Bisma)
“Ayo lari Gandamana...” (bisik Suwanda ke Gandamana)
“Ayo...” (jawab Gandamana)
“LARIII..............!!!!!!!!” (teriak Gandamana dan Suwanda sambil melarikan diri dari Bisma)
“WOIII JANGAN LARI...!!!” (teriak Bisma sambil mengejar mereka)
Sigma, Nakula, dan Yunia hanya terheran-heran setelah melihat kejadian itu, disaat itu juga, Nakula mendekati Yunia dan berkata,
“Sepertinya belum terlambat...” (kata Nakula)
“Eh....” (bingung Yunia)
“Belum terlambat untuk kembali ke konsermu”
“Huum...” (kata Yunia sambil tersenyum)
Akhirnya Yunia berlari untuk kembali ke konsernya, namun kemudian dia berhenti berbalik kearah Nakula dan berkata,
“Nakula... kau benar berjanji untuk menjadi temanku kan...? (kata Yunia sambil tersenyum)
“Tentu saja...” (jawab Nakula)
Yunia yang mendengar hal itu tersenyum bahagia, perlahan senyuman Yunia memudar....memudar....terus memudar...dan...
“Haaa....” (Nakula bangun dari tidurnya)

   
Art by Anggra


Chapter 19 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)

==============================================================================
 Chapter 20 : Patih Yuyutsu (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

“Haaa....” (Nakula kaget dan bangun dari tidurnya)
Setelah melihat sekelilingnya ternyata dia berada di rumah sakit,
“Aku ada dirumah sakit...?, jadi semua itu hanyalah mimpi...?”
“Sepertinya kau sudah sadar Nakula...” (kata seseorang yang datang)
“Patih Gandamana... Patih Suwanda...” (kejut Nakula)
Ternyata Gandamana dan Suwanda datang untuk menjenguk Nakula,
“Apa yang terjadi denganku...? kenapa aku disini sekarang...?” (tanya Nakula)
“Tentu saja kau pingsan setelah bertarung dengan Yuyutsu” (kata Gandamana)
“Jadi begitu...”
“Yuyutsu bukanlah tandinganmu, walaupun kau mengeluarkan banyak tenaga untuk melawannya”
“Kenapa kau tahu?”
“Karena dulu dia adalah teman kami” (kata Suwanda)
“teman...?” (heran Nakula)
“Kami bertiga berasal dari kerajaan kecil bernama Pancala, setelah kerajaan itu menggabungkan diri dengan Kerajaan Hastina, kami memutuskan untuk menjadi patih dikerajaan ini, namun Yuyutsu menolak untuk tinggal di Hastina bersama kami dan memilih untuk menjadi pengembara” (kata Gandamana)
“Dia menyesali penggabungan kerajaan Pancala dengan Hastina, menurutnya Kerajaan Pancala bisa menjadi kerajaan yang besar tanpa harus bergabung dengan kerajaan adidaya manapun” (lanjut Suwanda)
“Disaat kami kembali untuk melihat Kerajaan Pancala, kami tak sengaja bertemu dengannya, dia memiliki banyak SUCI dan jauh lebih kuat dari yang kita kenal”
“Tak kusangka sekarang dia menjadi patih di kerajaan Alengka”
Tiba-tiba Nakula teringat perkataan Yuyutsu,
***jika kau belum memiliki senjata SUCI, kau tidak mungkin bisa mengalahkanku...HAHAHAHA***
“hmph... SUCI kah...” (gumam Nakula)
“Oh iya, sebaiknya aku harus menghubungi ayahmu dulu, kalau kau sudah sadar sekarang” (kata Gandamana)
Nakula yang mendengar hal itu langsung berkata,
“Jangan...!!!”
“Tapi jika kau tidak mem....”
“SUDAH KUBILANG JANGAN....!!!” (teriak Nakula)
Mendengar hal itu, Gandamana dan Suwanda hanya terdiam.
“Dia bukan ayahku..., ayahku yang sebenarnya sudah mati dari dulu...” (kata Nakula sambil menundukkan kepalanya)


Chapter 20 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)

==============================================================================
Chapter 21 : Keluarga Arjuna (OST Bondan ft. Fade 2 Black – UNITY)

*KREK KREK...
Sigma sedang membuka pintu rumahnya, setelah terbuka dia masuk kedalam dan berkata,
“mmm... kuharap Nakula baik-baik saja...” (kata Sigma)
“Tenang saja, dia tidak mungkin selemah itu...” (tiba-tiba ada suara dari seseorang didalam rumahnya)
Sigma yang kaget dengan suara itu langsung memandang kesumber suara dan berteriak,
“AYAAAAAAAAAAAAAHHH......!!!!!!” (teriak Sigma)
“tidak usah kaget begitu, biasa aja” (kata ayahnya yang sedang mengetik seseuatu di laptopnya)
“KENAPA AYAH KESINI...???, BUKANKAH AYAH SEHARUSNYA DIRUMAH...???, DAN JUGA KENAPA BISA MASUK KESINI, PADAHAL SUDAH AKU KUNCI...???”
“kau ini cerewet sekali..., aku bisa saja memecahkan kaca jendela mu dan masuk kedalam”
“AAARRRRRGGHHHHHH...........!!!!” (teriak Sigma sambil melihat kaca jendelanya yang pecah)
~Dia adalah Ayahku namanya Lamda Arjuna, dan hal yang paling kubenci adalah dia seorang OTAKU -_-~ (kata Sigma didalam hatinya)
“Aku bosan dirumah, lagi pula aku datang kesini untuk menjenguk anakku, apa itu salah?” (kata Lamda)
“..........”
“Setelah kau meninggalkan rumah, aku merasa kesepian...hiks..hiks..., aku sadar bahwa keberadaanmu sangat aku butuhkan...hikss...hikss...” (kata Lamda sambil menangis konyol dan mengusap air matanya dengan tisu)
“Ayah..., tak kusangka kau...” (kejut Sigma)
“Sangat aku butuhkan untuk membuatkanku kopi setiap pagi, membuat masakan 3 kali sehari, dan selalu mencuci pakaian yang...”
*TOEEENGGGG...... Sigma memukul kepala ayahnya.
“Sakitt...!!! kenapa hiks hiks... kau tega memukul ayahmu sendiri...hiks hiks...” (kata Lamda)
“Karena wajah ayahku sendiri membuatku kesal, dan selalu ingin memukulnya...” (jawab Sigma)
“Apa tidak ada cara lain lagi...???”
“ah berisik...!!!”
Disaat mereka sedang ribut-ributnya, Lamda melihat sebuah foto yang berada di meja Sigma.
“Foto itu... kau masih menyimpannya...?”  (tanya Lamda)
“Hmmm...” (heran Sigma sambil menengok foto itu)
Terlihat sebuah foto keluarga dimana ada Ayah, Ibu dan Kakaknya yang wajahnya masih samar-samar, dan Sigma yang masih bayi digendong oleh ibunya.
Lamda menghampiri foto itu dan memegangnya, dia pun berkata,
“Jadi kau memang merindukan mereka...” (kata Lamda)
~Ibu...Kakak... dimanakah kalian sekarang?~ (kata Sigma dalam hatinya)


Chapter 21 ---END---
(End Superman Is Dead – Kuat Kita Bersinar)





2 komentar:

  1. wah, kreatif gan. suka bikin novel-novel bergambar ya? sukses ya untuk karyanya... salam kenal sesama blogger dari pemalang nih...

    www.belonomi.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, saya suka, terima kasih, salam kenal juga

      Hapus